Kayu Bajakan Kini Dijual Online, Lihat Harga Ditawarkan Fantastis, Jadi Buruan

Kayu Bajakah kini dijual online, lihat harga ditawarkan fantastis, jadi buruan.

Eksploitasi hutan di Kalimantan kini dikabarkan terjadi, warga berburu kayu Bajakah.

Di toko online, kayu untuk pengobatan kanker itu dijual dengan harga fantastis.

Belakangan ini, kayu Bajakah tengah jadi bahan perbincangan publik setelah tiga orang siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya di Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah berhasil menemukan oba kanker, yakni Bajakah.

Meskipun begitu, di balik penemuan cemerlang ini, guru pembimbing dari ketiga siswa tersebut, Helita khawatir bila hutan di Kalimantan Tengah akan dieksploitasi pihak-pihak tertentu demi mencari keuntungan semata.

“Saya tidak mau kalau ini nanti justru akan menjadi masalah, khususnya dalam hal eksploitasi hutan Kalimantan Tengah,” kata Helita.

Beberapa saat setelah tanaman tersebut viral, sejumlah orang yang kini diduga mulai masuk ke dalam hutan di Kalimantan Tengah untuk memburu pohon satu ini, sebelum akhirnya ditebang dan dijual dengan harga tinggi.

Pengelola akun Facebook Stalino Tanoto Saerang pada Kamis (15/8/2019) lalu mem-posting kabar penebangan pohon kayu Bajakah secara masif.

“Butuh waktu lama, tahunan, puluhan, bahkan ratusan tahun untuk tumbuh & dalam beberapa hari akan ‘lenyap’ seluruh bajakah berbagai jenis dari hutan Borneo karena kesalahan informasi. Musnah sudah tanaman harapan untuk kesembuhan umat manusia & untuk stasiun TV yang memviralkan selamat kalian menyebarkan informasi tanpa validitas data & penelitian serta uji klinis. *Fyi: bajakah ada yang beracun, bijaksanalah sebelum jatuh korban..,” demikian ditulis pengelola akun Stalino Tanoto.

Selain dari posting-an tersebut, sejumlah penjual di situs e-commerce Indonesia diketahui juga telah menjual tanaman yang dikabarkan ampuh untuk mengobati kanker ini.

Gazebo Bambu Petung Jadi Andalan Perajin Bambu Senori

Bahan baku bambu yang melimpah berhasil dimanfaatkan menjadi barang seni bernilai tinggi oleh warga Tuban, Jawa Timur. Seperti yang dilakukan Sanggar Kreatif Perajin aneka anyaman bambu petung yang ada di RT/RW 02/03 Desa Jatisari, Kecamatan, Kecamatan Senori, Jawa Timur.

Berbagai produk aneka anyaman bambu yang dihasilkan antara lain, meja-kursi, hiasan lampu, souvenir dan kerajinan andalan bangunan Gazebo. .

Fatkurrazi, ketua tim kreatif mengatakan, untuk saat ini, gazebo dari bambu tetap menjadi primadona meski jumlah pesanan tidak cukup banyak.

“Kalau dulu sering kirim gazebo ke wilayah Tuban. Tapi, sekarang agak sepi peminat. Hanya penuhi pesanan-pesanan pembeli,” kata Fatkurrazi kepada TIMEIndonesia, Selasa (27/08/2019).

Menurut Fatkur, usaha kerajinan aneka anyaman bambu yang dirintis mulai tahun 2018 ini dilakukan bersama empat rekannya, Sutrisno, Ugik, Kastro, dan Eko. Saat itu, mereka iseng menggali potensi bambu petung yang tumbuh liar di pinggiran aliran sungai. Saat itu, muncul ide membuat bangunan gazebo sebagai tempat atau posko tongkrongan.

“Tadinya, hanya bikin gazebo. Karena, terjual dan hasilnya menarik, memunculkan kreasi lainya, seperti meja-kursi dan lain-lain yang diminati pengusaha properti asal Bali,’ ucapnya.

Ugi menjelaskan dalam proses pembuatan gazebo, diambilkan bahan dasar bambu berkualitas artinya bambu petungnya usia tua. Kemudian dipotong dan dibelah sesuai ukuran dan dirangkaikan sesuai desain.

“Biasannya, satu – dua minggu selesai dikerjakan satu unit,” katanya.

Senada dengan Fatkurrazi, Ugi mengatakan, produksi aneka anyaman bambu terkendala dipemasaran karena tidak ada pembeli pasti. Hal ini membuat ada beberapa anggota kelompok yang berhenti, dan memilih mencari pekerjaan lain.

“Kalau pesanan sepi, teman teman kelompok sini berhenti lebih memilih mencari kerjaan lain,” tuturnya.

Meski terkendala pemasarannya. sebanyak dua belas kepala keluarga anggota sanggar masih memproduksi gazebo untuk memenuhi pesanan dari luar kota seperti Lamongan dan Bojonegoro.

Pantuan TIMES Indonesia, aktivitas pengerjaan produksi aneka kerajinan bambu petung masih menggunakan alat seadanya seperti gergaji tangan dan gerinda. gazebo ini kemudian dicat dengan warna kayu atau sokelat tua sehingga menampilkan kesan natural. Satu unit gazebo dipasarkan dengan harga antara Rp. 2 juta hingga Rp 3,5 juta tergantung ukuran dan model.

Membangun Atap Rumah Minimalis

Sedianya, taman berwujud rerumputan, namun klien meminta untuk menggantinya dengan beton. Ridwan Kamil Ingin Revitalisasi Kalimalang Mulai Tahun Ini, Arsitek Masih Tunggu Becakayu Teras Teras rumah berbentuk L pada konsep EN House.

Mande juga menyinggung soal teras rumah. Menurutnya, teras dapat dijadikan sebagai area nongkrong agar pemilik bisa guyup rukun dengan lingkungan sekitar.

Pada konsep ini, Mande mengemas bentuk teras menyerupai huruf L agar saat berbincang dengan tetangga tidak satu arah. “Sengaja juga elevasi lantai disamain dengan jalan di depannya, supaya terlihat menyatu dengan sekitarnya.

Seakan-akan mengundang tetangga untuk selalu berkunjung di sore hari,” ujar Mande. Ruang peralih (Mudroom) Mudroom atau ruang peralihan pada EN House karya Mande Austriono.

atap rumah minimalis

Dilansir dari situs dekorminimalis.com , bagian yang menarik dari EN House ini yaitu dilengkapi dengan mudroom atau ruang peralihan antara area dalam dengan luar rumah yang seringkali difungsikan sebagai tempat menyimpan alas kaki.

Proyek Jumbo E-Polis Jakarta Dirancang Arsitek Dunia Mande mengungkapkan, mudroom terletak di dalam area yang sama dengan ruang tamu, namun dengan elevasi lantai yang berbeda.

Fungsi perbedaan ketinggian ini untuk memunculkan kesan ruang tamu lebih tinggi derajatnya daripada mudroom. Ruang keluarga Ruang keluarga pada EN House karya Mande Austriono.

Untuk ruang keluarga, Mande membuat tipe yang sederhana sebagai pusat berkumpulnya seluruh anggota keluarga dan mudah dilihat dari keseluruhan kamar.

“Di luar posisinya yang berada benar-benar di tengah rumah, ruang keluarga yang berukuran 4 x 5 meter ini mempunyai pandangan ke arah lantai split yang berada di depannya,” ujar Mande. Sementara itu, konsep tangga didesain aman dengan pintu ayun di ujungnya untuk mencegah anak dari pemilik hunian menuruni tangga tanpa diawasi.

Di ruang keluarga terdapat jendela besar dan pintu kecil ke arah taman belakang. Jendela besar ini berfungsi menangkap cahaya matahari saat senja datang.

Inspirasi Teknik Mewarnai Dinding Rumah Agar Lebih Berseni

6 inspirasi teknik mewarnai dinding rumah agar lebih berseni ini tentunya penting disimak oleh Anda yang bosan dengan gaya hiasan dinding yang itu-itu saja.

Ya, Anda bisa saja menambahkan hiasan pada dinding seperti lukisan dan karya seni lain agar dinding rumah Anda tidak terlihat membosankan. Namun terlalu banyak dekorasi yang digantung pada dinding juga bikin rumah terlihat tidak elok di pandang.

mewarnai dinding

Mau beli rumah? Agar tidak menyesal, cek dulu review properti persembahan yang disajikan secara obyektif dan transparan sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya.

Dinding jadi tampak penuh dan jika penempatannya kurang tepat bisa jadi malah bikin rumah terkesan jadi berantakan. Tentu saja ada banyak cara lain yang bisa Anda coba agar dinding rumah Anda terlihat lebih berwarna.

Tahukah anda bahwa dengan teknik mengecat yang kreatif Anda bisa membuat tampilan dinding rumah Anda jadi nampak indah dan berseni. Menurut informasi yang dilansir oleh Hargabangunan.id , berikut inspirasi teknik mewarnai dinding rumah agar lebih berseni berikut ini:

Inspirasi Teknik Pengecatan Cat Dinding Kekinian :

Gaya Dinding Ombre

Teknik mengecat dinding rumah
Sebelum mulai mengecat, batasi area pengecatan masing-masing warna dengan kertas selotip.

Gaya ombre atau gradasi warna selain digunakan untuk mengecat rambut ternyata juga bisa diaplikasikan pada dinding rumah Anda.

Anda pun bisa melakukannya sendiri dengan menyiapkan paling tidak 3-4 warna cat yang bergradasi dari terang ke gelap atau sebaliknya.

Sebelum mulai mengecat, batasi area pengecatan masing-masing warna dengan kertas selotip.

Kombinasi Warna Metalic

Untuk pembaruan yang benar-benar menarik perhatian, tidak ada yang lebih baik dari cat metalik. Keindahan dari ide ini adalah ada sejuta cara untuk menerapkannya. Anda dapat mengecat seluruh ruangan Anda dengan warna metalik untuk membuat pernyataan gaya, atau Anda dapat menerapkan aksen metalik untuk tampilan yang lebih berlapis, seperti ruangan ini oleh Casa e Jardim.

Pengecatan Motif Polkadot

Jika Anda tidak terlalu suka DIY tetapi berkomitmen untuk memperbarui kamar Anda sendiri, coba tambahkan beberapa kemewahan interior dengan polkadot. Mereka sangat mudah untuk diaplikasikan dan mereka akan langsung memunculkan ruang apa pun yang mereka masuki. Dosis unik imajinasi membuat bahagia yang mereka tambahkan membuatnya sangat cocok untuk kamar anak-anak,

Pengecatan Motif Sembur Washing

Pencucian warna adalah teknik cat indah yang menambahkan tekstur dan kedalaman pada suatu ruang. Dan itu juga cukup mudah untuk diterapkan. Anda akan mulai dengan melapisi dinding Anda dengan cat dasar satin, lalu gunakan kuas besar untuk mengecatnya dengan lapisan yang bagus. Apakah Anda memilih dinding dengan warna cerah atau yang lebih netral

Pengecatan Model Goresan

Strié, dalam bahasa Prancis untuk goresan, mengacu pada teknik melukis yang menciptakan garis horizontal atau vertikal untuk tampilan yang menyerupai bahan linen. Ini adalah cara yang menakjubkan untuk menambahkan kehangatan dan tekstur pada ruangan Anda

Penggunaan Roller lukis

Spons adalah teknik melukis lain yang terlihat seperti apa: Ini melibatkan penggunaan roller cat spons atau spons literal untuk menambahkan tekstur dinamis, seperti ruang dari The Family Handyman ini. Ini cukup mudah untuk dilakukan dan tidak memerlukan keahlian atau keahlian melukis khusus, jadi ini adalah proyek yang bagus untuk diikuti oleh seluruh keluarga.

Pengecatan Pola Kotak Kotak

Mengecat dinding Anda dengan pola kotak-kotak akan menambah kehidupan dan gaya pada ruang Anda sekaligus menghilangkan kebutuhan untuk dekorasi tambahan. Bahkan lebih baik lagi, ada banyak cara untuk melakukannya. Anda bisa mengecat checker dengan warna netral serupa untuk mendapatkan efek tekstur yang halus. Atau, Anda dapat membuat percikan gaya dengan memilih warna berani

Solusi Cat Aman dan Ramah Lingkungan

Ada banyak macam cat yang dipakai untuk sebuah bangunan. Selain cat tembok, ada pula cat khusus untuk kayu dan besi. Fungsi cat ini tidak hanya memberikan warna yang lebih indah, namun juga memperpanjang usia dari besi dan kayu.

Nah, di pasaran tentu sangat banyak produk cat yang bisa kita jumpai. Namun, ada salah satu produk cat kayu dan besi unggulan yang bisa menjadi pilihan Anda. Produk ini adalah Envi Cat Kayu dan Besi.

Produk dari PT Indaco Warna Dunia ini memiliki banyak keunggulan. Jika biasanya cat kayu dan besi mengeluarkan bau menyengat dan berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan, lain halnya dengan Envi Cat Kayu dan Besi ini.

Product Officer PT indaco Warna Dunia, Benny Harsono, mengatakan Envi Cat Kayu dan Besi merupakan cat sintetik berpengencer thinner yang diformulasikan dengan bahan-bahan yang bebas dari logam berat, seperti timbal dan raksa.

“Konsep dari Envi Cat Kayu dan Besi adalah ramah lingkungan karena menghindari bahan-bahan dari logam berat. Dalam warnanya juga menggunakan pewarna organik yang bebas dari bahan chromate, lead, dan molybate yang sangat karsinogenik. Sehingga cat ini juga sangat aman untuk produk-produk mainan anak,” katanya.

Envi Cat Kayu dan Besi juga memiliki keunggulan cat lebih kental sehingga daya sebar lebih luas dan memiliki daya tutup yang sempurna. Dengan tampilan akhir yang sangat kilap, cat ini juga mudah diaplikasikan, baik menggunakan kuas, rol, maupun semprot. Cat ini juga memiliki Fast Curing Formula yang menghasilkan tingkat kering lebih cepat dibandingkan cat sintetik yang lain.

Envi Cat Kayu dan Besi sangat tahan terhadap sinar Ultraviolet. Jadi tidak perlu takut untuk diaplikasikan baik untuk interior maupun eksterior. Envi Cat Kayu dan Besi hadir dalam 52 pilihan warna ready mixed dan tiga pilihan warna metallic, yakni aluminium, gold, dan bronze.

Pengaplikasian Envi Cat Kayu dan Besi pada kayu sangat mudah. Pertama bersihkan dari debu dan kotoran yang menempel. Kedua lapiskan Nusatex Meni Kayu sebagai pelapis dasar. Bila terdapat lubang atau retak gunakan Envi Dempul Tembok. “Terakhir, aplikasikan Envi Cat Kayu dan Besi dua hingga tiga kali lapis secara menyilang,” ujarnya.

Sedangkan pengaplikasian pada besi dimulai dengan membersihkan kotoran dan karat pada permukaan besi. Pastikan besi bersih dari minyak sebelum pengecatan kemudian, lapiskan Envi Cat Dasar Anti Karat dan ditutup dengan dua kali lapis Envi Cat Kayu dan Besi.

Kisah Sasa, Dara Cantik Ciptakan Seni Keramik Langka Nan Unik

Sore itu hujan turun dengan derasnya, saat tiba di lokasi jarum jam menujukan angka 15.44 WIB. Letaknya yang berada tepat di pinggir Jalan Terusan Sersan Bajuri, Kelurahan Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak terlalu sulit untuk menemukan kediaman salah satu seniman muda, yang menggeluti seni keramik tradisional atau tembikar.

Dialah, Rissa Alodia Grezina. Perempuan kelahiran dua puluh empat tahun silam ini dengan ramahnya menyambut kedatangan BandungKita.id yang ingin berbincang seputar kesenian berbahan dasar tanah liat, yang telah ia geluti sejak delapan tahun terakhir.

Rissa Alodia Grezina
Lewat dua tangan apiknya, Sasa biasa ia akrab disapa, terus berupaya melestarikan tembikar yang saat ini hampir punah. Hobi tersebut ia tekuni sejak bangku sekolah menengah dan sempat mengkuti les di bidang tersebut. Kini lewat studio miliknya bernama Tanaliat Studio, Sasa mampu menciptkan tembikar yang syarat nuansa unik.

“Sebenernya ini hobi aja, dari dulu sejak SMP. Terus aku kuliah juga maunya seni murni karena kan ada mata kuliah tentang ini. Tapi karena ada kendala, akhirnya aku kuliah di bidang desain interior. Ada sih membahas tentang ini, tapi dikit itu sekitar tahun 2011 atau 2012,” ungkap dara lulusan Universitas Maranatha tersebut, saat ditemui BandungKita, Jumat (10/5/2019).

Sasa bercerita, di bangku kuliah itulah mulanya dia mulai mencoba menekuni kesenian tembikar. Bersama teman kuliahnya Sasa mencoba membuat kesenian keramik bersama-sama. Namun seiring waktu serta kesibukan masing-masing akhirnya pembuatan tembikar itu tak bisa dilanjutkan.

Cerita Abrurrohim, Kakek yang Menempuh Jarak Padalarang-Cimahi untuk Berjualan Cobek
FEATURE : Belajar Toleransi Beragama dari Kisah Soleh, Pria Muslim yang Sudah 20 Tahun Bekerja Sebagai Penjaga Vihara

“Ya akhirnya kita enggak bikin bareng-bareng lagi kan. Aku juga udah lulus kuliah terus kerja di Jakarta gituh dua tahun. Temen-temen aku juga kerja ya akhirnya enggak ke urus kan. Tapi sayang udah bikin dikit-dikit, akhirnya ya udah lah aku sendiri yang ngerjain ini,” papar Sasa.

Setelah Sasa melepas masa lajang pada November 2017, ia kembali menggeluti kesenian tersebut bahkan hingga kini mampu meraup pundi-pundi rupiah.

“Nah aku nikah, terus berjalan waktu dan punya anak. Akhirnya kerjaan yang di Jakarta juga aku berhenti kan, karena pengen ngurus anak full time gitu, terus aku mikir, dulu udah punya dasar bikin ini keramik, ya udah aku bikin aja (tembikar) di rumah sendiri,” lanjut Sasa.

Sasa tengah membentuk tanah liat menjadi vas bunga.
Sasa bercerita, saat pertama kali kembali menggeluti seni tersebut ia mampu membuat keramik bentuk pas bunga berbahan dasar tanah liat sebanyak dua belas buah dan semuanya ludes terjual dengan bandrol Rp 50-80 ribu.

Namun, meski potensi rupiah di bidang seni tembikar sangat tebuka lebar. Sasa menuturkan hal tersebut belum menjadi tujuan utamanya. Karena yang mendesak saat ini adalah menggaet banyak generasi muda khususnya, agar tertarik melestarikan kesenian tembikar yang semakin langka.

“Tanaliat Studio ini tuh fokusnya bukan ke praduk sih tapi lebih ke campaign ke orang-orang bahwa kita tuh bisa kok bikin tanah liat, bikin kesenian kermaik yang bagus, tanpa harus menggunakan banyak alat cukup tangan kita aja gituh sebagai anugerah Yang Maha Kuasa gituh loh,” ujar perempuan kelahiran Palangkaraya tersebut.

Sasa berharap, di tengah menjamurnya teknologi digital, kesenian tradisional bisa tetap terjaga dengan bentuk dan kemasAn yang juga mengikuti zaman.

Ia mencontohkan salah satu tembikar yang kini kian punah adalah kendi. Namun jika itu dikemas lebih menarik maka bukan tidak mungkin bisa menjadi salah satu kesenian yang tetap jadi primadona.

“Mimpi besar aku di bidang ini sih ya cuma pengen kesenian ini tetap ada. Kita tahu ini adalah kesenian zaman dulu yang semua orang juga mungkin tahu. Apalagi sekarang ini era digital yang terus meningkat, aku ingin orang memahami proses ini yang sangat sederhana namun banyak pelajarannya gitu loh, kaya lebih sabar dan terus bersyukur aja sih,” tandas ibu satu anak tersebut.

BPJPH akan Launching Sistem Informasi Halal

Lima mahasiswa Sistem informasi Universitas Semarang mengadakan eksplorasi di koperasi KOSAMAS yang beralamatkan di Jl.Aloon-aloon Barat, No. 11 Semarang (50138), tepatnya di gedung serbaguna lantai 2 kompleks Masjid Agung Semarang.
09/12/2018.

Untuk eksplorasi mengenai Kelayakan Peminjaman di Koperasi tersebut. Kelima mahasiswa tersebut yaitu lain Ichwan Subiakto, Septi Nur Eka M., Salma Firdaus Nabilah, Widya Arif Ardianto, Prastomo Adhi Putro, tujuan mereka adalah untuk menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan yang diampu oleh bapak Saifur rohman Chollil S.Kom,M.Kom.

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah metode perhitungan dimana metode tersebut biasa digunakan untuk mengambil suatu keputusan dengan kriteria dan bobot yang biasanya sudah ada disetiap perusahaan atau instansi, SPK sendiri biasa digunakan untuk pegambilan data kenaikan jabatan, karyawan terbaik, penerimaan pegawai, dan lain-lain.

Kegiatan eksplorasi dilakukan dua kali yang pertama yaitu meminta izin dari pengurus koperasi sekaligus pengambilan beberapa data, yang kedua yaitu wawancara dan pengambilan data yang dirasa masih kurang, dan kegiatan terakhir yaitu diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan berupa sistem dan ditutup dengan sesi foto bersama, untuk kemudian diunggah di media online maupun cetak.

KOSAMAS sebenarnya adalaah program pemberdayaan ekonomi umat Masjid Agung Semarang, yang mempunyai pengurus yaitu Bapak Martinus Aditya Pardiyanto, S.IP.,MH sebagai pengurus Koperasi Masjid Agung Semarang dan sekaligus sebagai dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Universitas Semarang, yang mempunyai terobosan untuk masyarakat yang memeluk agama islam di wilayah semarang yang berlandaskan syari’ah islam. Antara lain menyediakan Produk simpan pinjam, modal usaha tanpa bunga (riba) dan jaminan.

Dengan adanya eksplorasi sistem pendukung keputusan mengenai Kelayakan Peminjaman di Koperasi KOSAMAS, metode yang kami terapkan adalah MOORA dan aplikasi kami menggunakan Delphi sebagai form tampilan program ini, diharapkan dapat membantu mempermudah proses-proses pengambilan keputusan mengenai Kelayakan Peminjaman di Koperasi tersebut.

Kedepannya sistem yang kelompok ini berikan dapat digunakan sebagaimana mestinya dan dapat diterapkan sebagai sistem pendukung keputusan yang sewaktu-waktu bisa dipakai untuk pengambilan keputusan mengenai Kelayakan Peminjaman di Koperasi tersebut.

Jangan Lewatkan Bedah Novel “Astungkara” Karangan Panji Sukma

Komune sastra Karanganyar selalu bergiat. Satu untuk satu anggotanya mulai menimbulkan karyanya. Yang terbaru ialah novel Astungkara karya Panji Sukma. Novel itu dibedah oleh Ceroenis serta Novelis Yuditeha di Warung Pejalan, Minggu (14/10/2018) malam.

Dalam penjelasannya, Yuditeha menjelaskan, ada satu cerita bagus di novel tsebut, yaitu: “Aku menyukai orang yang memperjuangkanku”. Menurut dia, kalimat itu pas jadi Taq line novel itu.

Mereka semula begitu miskin sampai pakai cara ini
Diluar itu, ada banyak yang dibahas Yudi menurut teks teksnya. Disebutkan, novel menarik tidak mesti dari alur ceritanya saja, tapi ikut penawaran teks teksnya yang tawarkan kebaruan.
“Novel cinta tidak mesti selalu bicara bibir serta rindu, tapi dapat diselipi cerita kisah lainnya yang bisa saja jauh dari unsur cinta. Contohnya mengenai lokalitas serta musibah alam,” katanya.

Acara bedah novel itu ikut juga dihidupkan dengan pembacaan nukilan novel oleh Ruly R. Sesaat Ekohm Abyasa membaca puisi karya Panji Sukma. Sedang Enji membaca cerita yang disebutkan salah satunya tokoh bernama Elda serta menyanyikannya.

Nyanyian itu disertai oleh sang novelis Panji Sukma sendiri, yang kebetulan berlatar belakang seseorang musisi. Ia ialah penyanyi di group band Gendar Pecel.

Bertindak sebagai moderator ialah Siddiq, yang sekaligus juga penanggungjawab Warung Pejalan. Ia mengharap, tempat ngopi yang dia kelola bersama dengan kawan-kawannya itu bisa jadi tempat pinjam serta baca buku.

Yuditeha memberikan, novel perdana Panji Sukma itu akan dibedah bersama dengan buku antologi cerpen karya Anggoro Kasih yang berjudul Kesepian yang Membunuh di Cafe Daleme Eyang, Solo awal November.

Yuk Simak, Antara Sertifikat atau Sertipikat ?

Satu masalah kebahasaan muncul waktu bicara masalah surat kepemilikan tanah: sertifikat atau sertipikat neeeh??? Basic hukumnya ada nga???

Saat momen kunjungan Presiden Jokowi yang sekaligus juga jadi agenda bagi-bagi sertifikat tanah, beberapa netizen menanyakan di sosial media, kenapa pada spanduk acara pembagian sertifikat yang dipotret wartawan itu terlihat jika kata yang dipakai ialah sertipikat? “Apakah ini typo?” batin beberapa netizen yang memang khitahnya mencari kekeliruan.

Sebelum berpikiran (iya, kata fikir gunakan p, bukan f) jika si pembuat sertifikat tanah barusan ialah keturunan Sunda yang konon alami kesusahan melafalkan huruf “f”, bolehlah kita menguak dahulu makna kata sertifikat serta sertipikat yang disebut.

Dalam KBBI, sertifikat bermakna sinyal atau surat info (pengakuan) tercatat atau tercetak dari orang yang berkuasa yang bisa dipakai menjadi bukti pemilikan atau satu peristiwa.

Selain itu, jika mencari kata sertipikat di KBBI, kamu akan tidak temukan apa-apa. Kosong. Hampa. Clueless.

Lantas, bagaimana riwayat penggunaan kata sertipikat ini? Apa sesederhana permasalahan ejaan lama yang tidak dapat ditukar? Mengapa Tubuh Pertanahan Nasional lebih pilih huruf p dibanding f? Apa sebab huruf p ialah huruf ke-16, sedang huruf f ialah huruf ke-6? Lah, selalu apakah urusannya sama posisi huruf sich?

Yha nga tahu, saya hanya menulis saja agar agak panjangan sedikit.

Saat UU Nomer 5 Tahun 1960 mengenai Ketentuan Basic Pokok-Pokok Agraria (popular dengan nama UUPA) itu keluar, dimulailah satu masa baru kepemilikan tanah di Indonesia. UU ini mempunyai tujuan untuk mengendalikan pemilikan serta pengendalian aspek-aspek agraria di lokasi Indonesia, yang manakah yang dimaksud agraria itu mencakup bumi, air, serta ruangan angkasa.

Utamanya, sebetulnya yang diberi nama lokasi Indonesia itu melebar serta meninggi. Meliputi dataran bumi, lantas dari bumi ke bawah, serta dari bumi ke angkasa. Wah, jika gini harusnya yang dapat diukur bukan hanya luas Indonesia, tetapi ikut volume Indonesia. Hmmm.

Balik ke laptop. Nah, UU ini mengendalikan, contohnya, jika negara itu tidak mempunyai aspek-aspek agraria barusan, tetapi kuasai. Hak ini dimaksud hak kuasai dari negara. Yang dikuasai negara hanya sumber daya-sumber daya yang belumlah dipunyai oleh rakyat perseorangan ataupun komunal atau memang tidak bisa diurus tidak hanya oleh negara. (Jadi, bila ada tanah yang dipasangi plang “Tanah Punya Negara”, sebetulnya ada kekeliruan nalar hukum disana.)

Diluar itu, UUPA yang tengah direvisi oleh DPR ini pula mengendalikan masalah beberapa macam hak atas aspek-aspek agraria, yang mencakup hak punya, hak untuk usaha, hak bangunan, hak sewa, hak gunakan, sampai ke hak untuk ruangan angkasa.

Tetapi eh tetapi, tentang langkah menunjukkan hak-hak itu belumlah disinggung oleh UUPA. Ia hanya berisi jika pembuktian hak yang kuat berwujud “surat-surat sinyal bukti hak”. Belumlah ada sertip/fikat disebut-sebut disana. Ya lumrah si, namanya ikut UU mengenai Ketentuan Basic Pokok-Pokok Agraria, yang dibicarakan yang dasar-dasar aja~

Lalu, untuk pengerjaannya di lapangan, diterbitkanlah yang namanya Ketentuan Pemerintah Nomer 10 Tahun 1961 mengenai Pendaftaran Tanah. Di ketentuan yang mengendalikan tehnis masalah pendaftaran tanah berikut untuk pertama kali kata sertipikat dimaksud. Persisnya di Masalah 12 ayat 3 dengan redaksi, “Salinan buku-tanah serta surat-ukur sesudah dijahit jadi satu bersama dengan satu kertas-sampul yang memiliki bentuk diputuskan oleh Menteri Agraria, dimaksud sertipikat serta dikasihkan pada yang memiliki hak.”

Saat PP 10/1961 barusan ditukar dengan PP 24/1997 mengenai Pendaftaran Tanah, kata sertipikat masih tetap dipertahankan.

Jadi, clear ya. Mungkin di waktu itu kata Belanda certificaat memang diserapnya jadi sertipikat. Saat di masa datang KBBI dengan rezim kata baku-nonbakunya “menyempurnakan” sertipikat jadi sertifikat, kata sertipikat sudah terlanjur digunakan beberapa puluh tahun serta jadi judul sampul buku bukti tanah juta-an masyarakat Indonesia. Ingin ujug-ujug ubah kan akan jadi PR sekali.

Masalah yang mirip-mirip sempat berlangsung pada kata propinsi yang dalam satu waktu lebih wajar dimaksud provinsi. Tetapi, sebab tidak terkait sama tanah juta-an hektare, perubahan dari provinsi ke propinsi jadi lebih gampang. Eh ini nebak saja ding~

Ngomong-ngomong, di tahun 2012 Tere Liye sempat lho menyarankan supaya huruf f dihapus serta ditukar dengan huruf p.

Di sisi lain, ada pula orang yang tambah lebih senang pada huruf f dibanding huruf p, contohnya dengan menyebutkan Pizza Hut menjadi Fitsa Hats….

Penyebab Pengusaha Indonesia Bidik Kerja Sama dengan Pengusaha Yordania dan Palestina

Belasan entrepreneur Indonesia yang dikoordinasi oleh Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) ada pada acara Business Komunitas on Trade and Investment yang diadakan oleh KBRI Amman di Hotel Le Royal, tanggal 26 September 2018. Beberapa entrepreneur Indonesia itu membidik kesempatan kerja sama perdagangan, investasi serta pariwisata dengan mitranya dari Yordania serta Palestina.

Perusahaan-perusahaan Indonesia yang ada pada pekerjaan Business Komunitas kesempatan ini ialah PT Cipta Graha Grup, PT Dani Prisma Partner, PT Trimegah Artha Grup, PT Menamas, PT Emsindo Alur Citra, PT Usahatama Bunga Bersama dengan/Taman Bunga Nusantara, PT Masebah Anugrah Kekal serta Kombinasi Perusahaan Export Indonesia (GPEI) .

Presiden IJBC, Mayra Andrea, menyampaikan jika dianya begitu berterima kasih atas fasilitasi KBRI Amman menghadapkan delegasi entrepreneur Indonesia dengan mitranya dari Yordania serta Palestina dalam rencana mencari peluang-peluang baru penambahan kerja sama di bagian perdagangan, investasi serta pariwisata.

Diluar itu, penyediaan booth pameran oleh KBRI juga mempermudah beberapa entrepreneur Indonesia mempromokan beberapa produk unggulannya.

“Semoga kerja sama konkret bisa tersambung pada beberapa entrepreneur Indonesia dengan mitranya dari Yordania serta Palestina, hingga ikut tingkatkan nilai perdagangan serta investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan Yordania serta Palestina ke Indonesia, ” pungkas Mayra.

Dubes RI untuk Yordania serta Palestina, Andy Rachmianto, juga mengemukakan terima kasih atas kedatangan beberapa entrepreneur dari tanah air hingga ikut menyukseskan acara Business Komunitas itu.

” KBRI sudah lakukan beberapa usaha untuk tingkatkan nilai perdagangan Indonesia serta Yordania, diantaranya dengan ajukan saran bahasan kerja sama Preferential Trade Agreement (PTA) , untuk kurangi kendala tarif, ” tutur Andy

Pemri, lanjut Andy, dengan sah sudah menyarankan bahasan PTA pada bulan Maret 2018. Akan tetapi, pemerintah Yordania sekarang ini tengah mereviu semua kesepakatan perdagangan dengan negara teman dekat.

“Oleh karenanya, Pemerintah Yordania sampai sekarang ini belumlah bisa memberi jawaban sah pada saran Pemri tersebut”, lebih Dubes Andy.

Acara Business Komunitas yang di hadiri seputar 160 entrepreneur terpenting Yordania, Palestina serta Indonesia itu adalah serangkaian dari pekerjaan promo terpadu di bagian perdagangan, investasi, pariwisata, ekonomi kreatif serta kuliner Indonesia bertopik Indonesian Exposure 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 25-29 September 2018. Diinginkan pekerjaan itu makin tingkatkan kerja sama bilateral Indonesia dengan Yordania serta Palestina.

Tidak hanya aktif ikuti Business Komunitas serta B-to-B meeting, beberapa entrepreneur juga berpeluang menunjukkan beberapa produk unggulannya serta bagikan profile perusahaan lewat booth pameran yang disiapkan oleh KBRI.